Tampilkan postingan dengan label dinar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dinar. Tampilkan semua postingan

Harga Emas Tergelincir, Dipicu Data Pekerjaan AS

By Zulfi Suhendra on 07 Nov 2015 at 08:15 WIB

Liputan6.com, New York - Harga emas dunia jatuh dan mengalami penurunan dalam 3 bulan pada perdagangan Jumat (Sabtu WIB). Ini adalah penurunan mingguan yang paling besar dalam dua tahun terakhir. Penurunan ditopang data pekerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelonjakan pada Oktober.

Melonjaknya data pekerjaan AS ini memicu the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya pada Desember.

Pertumbuhan pekerjaan AS melonjak pada Oktober dan tingkat pengangguran mencapai level terendah dalam 7,5 tahun terakhir di level 5 persen untuk menunjukkan kekuatan ekonomi. Ini juga membuat dolar naik 1,4 persen ke level tertingginya sejak April.

"The Powerhouse Payrolls melaporkan emas babak belur di bawah US$ 1.100 untuk pertama kalinya sejak Agustus," kata Tai Wong, direktur dasar dan logam mulia perdagangan untuk BMO Capital Markets di New York dilansir dari reuters, Sabtu (7/11/2015).

"Emas sekarang turun dalam delapan hari berutur-turut, tapi tetap dalam tekanan, sebagaimana pasar memandang kemuungkinan kenaikan suku bunga the Fed pada Desember," imbuhnya.

Spot emas, yang kuat pada awalnya, turun 1,7 persen menjadi US$ 1.084.90 per ons, terendah sejak 7 Agustus. Penurunan tersebut menyentuh 1,3 persen pada US$ 1,089.21.

Kontrak berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 1,5 persen pada US$ 1,087.70 per ons. Volume kontrak melonjak hampir 49.500 banyak antara di setengah jam yang diikuti laporan pekerjaan, ledakan volume terbesar dalam 30 menit untuk kontrak paling aktif dalam setahun.

Spot emas menuju penurunan 4,6 persen untuk minggu ini, paling tajam sejak Juni 2013 dan mendekati bulan Juli dalam 5,5 tahun.

"Dengan angka seperti ini, Fed hampir berkewajiban untuk menaikkan suku dalam tahun ini," kata analis logam mulia Mistsubishi Jonathan Butler. (Zul/Ahm)*

China Bikin Geger Dunia, Investor "Lari" ke Emas

Selasa, 11 Agustus 2015
Wahyu Daniel detikFinance
London - Harga emas tiba-tiba naik dari keterpurukannya. Kebijakan Bank Sentral China, yaitu People's Bank of China (POBC) yang sengaja melemahkan mata uang yuan terhadap dolar AS, membuat investor mengalihkan uang ke emas.

Pada hari ini, harga emas naik lebih dari 1%, bersamaan dengan penguatan dolar AS dan turunnya bursa saham Eropa.

Kebijakan China ini membuat bursa saham dan mata uang di regional Asia berguguran. Apalagi, nilai yuan diturunkan hingga hampir 2%, atau penurunan harian tertinggi sejak 1994.

Harga spot emas naik dari awalnya US$ 1.093,25 per ounce, dan sempat menyentuh titik tertinggi dalam 3 pekan ke US$ 1.119 per ounce, sebelum akhirnya berada di US$ 1.108,9 per ounce.

"Emas menjadi menguntungkan di tengah ketakutan yang terjadi karena perang mata uang tersebut," kata Analis dari Macquarie, Matthew Turner, dilansir Reuters, Selasa (11/8/2015).

"Momen terbaik emas tahun ini adalah saat kita melihat apsar forex turun, banyak bank sentral yang memangkas suku bunga dan mengintervensi mata uangnya. Ini membuat emas naik," kata Turner.

Di AS, harga kontrak emas untuk pengiriman Desember naik 0,4% menjadi US$ 1.109 per ounce.

Tapi, para analis tidak berharap pelemahan yuan bakal mendorong kenaikan harga emas dalam jangka menengah dan panjang.
(dnl/hen)

INVESTASI EMAS: KOIN DINAR, EMAS LANTAKAN/LM ATAU PERHIASAN?

Ketiga-tiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama, emas. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan dan nilai yang melekat/bawaan pada benda itu (innate). Ketiga keunggulan nilai ini tidak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti saham, surat berharga dan uang kertas.
Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi – kalau tidak ada campur tangan berbagai pihak dengan kepentingannya sendiri-sendiri otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi.
         Sebaliknya  default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol, karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya, uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar.
         Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih? Koin Emas, Emas Lantakan/LM atau Perhiasan? Disini saya berikan perbandingannya saja yang semoga objektif sehingga pembaca bisa memilih sendiri - Agar keputusan Anda tidak terpengaruh oleh pendapat saya – karena kalau pendapat saya tentu ke Dinar karena inilah yang saya masyarakatkan.

Kelebihan Dinar :
1. Memiliki sifat unit account; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 20 Dinar – hari ini mau kita pakai 1 Dinar (2 jutaan rupiah) maka tinggal dilepas yang 1 Dinar dan di simpan yang 19 Dinar.
2. Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.
3. Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham - umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
4. Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang 10 tahun tetakhir Dinar mengalami kenaikan 347 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 343%.
5. Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar :
1. Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%). Namun ini sudah masuk dalam harga jual dan harga beli yang selisihnya 4%.
2. Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% - 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan

Kelebihan Emas Lantakan/LM :
1. Tidak terkena PPN.
2. Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak.
3. Nilai jual kembali tinggi.
4. Untuk disimpan langsung dalam jumlah besar (250 g ke atas) dan digunakan nya dalam jumlah besar cocok karena selisih jual-belinya bisa kurang dari 4%.

Kelemahan Emas Lantakan/LM:
1. Tidak fleksibel; kalau kita simpan LM 100 g, kemudian kita butuhkan 5 gram (2jutaan rupiah) untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 100 g, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.
2. Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.
4. Harga jual per gram nya semakin ringan semakin mahal karena ongkos cetak per gramnya makin mahal sementara harga belinya sama. Sehingga selisih jual dan belinya makin ringan makin banyak, bisa lebih dari 8%.

Kelebihan Emas Perhiasan :
Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain yakni dipakai sebagai perhiasan.

Kelemahan Perhiasan :
1. Biaya produksi tinggi
2. Terkena PPN
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.
4. Selisih harga jual dan beli sangat besar bisa diatas 12%.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A'lam.

Diedit dari tulisam Muhaimin Iqbal Sabtu, 22 November 2008 09:02